STKIP Al Maksum Bersama Bawaslu Langkat Sosialisasikan Pengawasan Pemilu, Perkuat Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Langkat — STKIP Al Maksum bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Langkat melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu kepada mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengawasan partisipatif dalam mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas.

Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran Mata Kuliah Pancasila yang diampu oleh Mustafa Habib, M.Pd. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi perkuliahan dengan praktik kehidupan demokrasi di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Kurniawan Harahap hadir sebagai narasumber dari Bawaslu Langkat. Ia memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu serta peran generasi muda dalam menjaga proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan ketentuan dan prinsip-prinsip pemilu.

Ahmad Kurniawan Harahap juga mendorong mahasiswa agar tidak menjadi generasi yang hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, menangkal informasi yang tidak benar, serta ikut mengawasi berbagai potensi pelanggaran dalam tahapan pemilu.

Sementara itu, Mustafa Habib, M.Pd., selaku dosen Mata Kuliah Pancasila, menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori yang diperoleh mahasiswa di ruang perkuliahan dengan realitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam kehidupan demokrasi. Pengawasan pemilu dapat menjadi salah satu bentuk implementasi nilai Pancasila, terutama sila keempat tentang Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dipelajari secara teori, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga demokrasi dan ikut mengawal proses pemilu,” ujar Mustafa Habib.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya sikap kritis, objektif, bertanggung jawab, serta menghormati perbedaan pilihan politik. Sikap tersebut menjadi penting dalam menjaga persatuan dan mencegah terjadinya konflik maupun polarisasi di tengah masyarakat.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi dan sesi diskusi. Mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan serta aktif menyampaikan pertanyaan terkait pengawasan pemilu, partisipasi masyarakat, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan demokrasi.

Kolaborasi antara STKIP Al Maksum dan Bawaslu Kabupaten Langkat diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan edukasi dan penguatan pengawasan partisipatif. Sinergi tersebut menjadi langkah positif dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi sekaligus berkarakter Pancasila.

Melalui kegiatan ini, STKIP Al Maksum menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memiliki karakter, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi.